Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
SPPG Polresta Pati kenalkan kuliner khas daerah lewat Program MBG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-03 00:24:08【Resep Pembaca】536 orang sudah membaca
PerkenalanKepala SPPG Polresta Pati Danang Candra Bayuaji menunjukkan menu makan hari ini (3/11/2025). ANTARA/

Nantinya ada rencana untuk memasukkan menu kuliner khas Pati. Kami sudah berkoordinasi dan Kepala SPPG akan melakukan kajian terkait menu-menu khas Kota Pati
Pati (ANTARA) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polresta Pati, Jawa Tengah, ngak hanya menyalurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar, tapi juga turut memperkenalkan kuliner khas Kabupaten Pati kepada generasi muda untuk menumbuhkan kecintaan terhadap kuliner daerah.
Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi di Pati, Senin, mengangakan nantinya SPPG Polresta Pati akan menambahkan menu khas lokal dalam sajian makanan bergizi yang dibagikan kepada siswa penerima manfaat.
"Nantinya ada rencana untuk memasukkan menu kuliner khas Pati. Kami sudah berkoordinasi dan Kepala SPPG akan melakukan kajian terkait menu-menu khas Kota Pati," ujarnya.
Ia menegaskan kehadiran SPPG merupakan bentuk dukungan Polresta Pati terhadap program pemerintah dalam penyediaan makanan bergizi gratis bagi pelajar.
"Saat ini satu SPPG Polresta Pati sudah beroperasi dan melayani 2.302 penerima manfaat dari enam sekolah, mulai jenjang TK, SD, hingga SMP. Kami terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan, baik dari sisi gizi, keamanan pangan, maupun mutu penyajian," ujarnya.
Baca juga: Wakapolri: SPPG Polri harus punya menu MBG khas daerah, simbol inovasi
Jaka menambahkan keamanan makanan menjadi perhatian utama, sehingga setiap hari tim dari Seksi Dokkes Polresta Pati melakukan pengecekan terhadap keamanan dan kelayakan makanan (food security check).
"Alhamdulillah, sejauh ini belum ada laporan komplain. Semua berjalan sesuai harapan," ucapnya.
Kepala SPPG Polresta Pati Danang Candra Bayuaji menjelaskan SPPG Polresta Pati mulai beroperasi pada 20 Oktober 2025 dan melayani siswa penerima manfaat dari enam sekolah dengan jadwal pengiriman makanan bergizi untuk TK pukul 09.00 WIB, SD pukul 10.00 WIB, dan SMP pukul 11.00 WIB.
Dalam operasionalnya, kata dia, SPPG menggunakan dua armada pengantar makanan yang masing-masing memiliki kapasitas 1.125 ompreng. Seluruh menu disusun oleh ahli gizi berdasarkan siklus menu 10–12 hari, dengan pengawasan ketat terhadap kandungan gizi dan keamanan pangan.
"Menu makanan harus mengandung protein nabati dan hewani, serta sayuran. Sebelum dikemas, dilakukan kontrol kualitas untuk memastikan makanan aman dikonsumsi," ujarnya didampingi Ahli Gizi Marisa Salsabila.
Baca juga: 32 SPPG di Pati sudah beroperasi layani program Makan Bergizi Gratis
Termasuk, kata dia, seluruh petugas diwajibkan menggunakan Alat Pengaman Diri (APD) lengkap, termasuk hand block, hair net, masker, dan celemek.
Untuk menghindari makanan basi, lanjutnya, maka sebelum dikemas dipastikan dalam kondisi dingin, baik nasi, sayur dan lauk juga melalui proses pendinginan sebelum dikirim.
Dokkes Polresta Pati rutin melakukan pemeriksaan protokol kesehatan, kandungan gizi, dan rasa makanan untuk memastikan standar keamanan pangan terpenuhi.
"Sampai saat ini semua berjalan lancar tanpa kendala. Kami berharap program ini dapat menjadi contoh pengelolaan makan bergizi yang sehat, aman, dan mencerminkan kearifan lokal," ujarnya.
Nantinya, kata dia, SPPG juga akan memperkenalkan menu khas Pati, seperti Nasi Gandul, Soto Kemiri, dan lalapan dengan garnishtradisional, yang dijadwalkan mulai diperkenalkan pada bulan ini.
Baca juga: 32 SPPG di Pati sudah beroperasi layani program Makan Bergizi Gratis
Baca juga: PCO sebut menu program Makan Bergizi Gratis kedepankan potensi lokal
Suka(32365)
Artikel Terkait
- PBB terima laporan adanya kekerasan seksual di El Fasher, Sudan
- Sejumlah kalangan sebut peluang pemanfaatan sawit untuk produk UMKM
- Kementerian UMKM sebut realisasi KUR sektor produksi capai 70 persen
- BGN: 10 bulan berjalan, MBG telah serap ratusan ribu tenaga kerja
- Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
- Menhan pastikan pembangunan Yonif Teritorial TP 821 berjalan baik
- Ade Rai ingatkan masyarakat agar peduli kesehatan sebelum sakit
- Juara di Jakarta, Daiki Hashimoto haus ukir prestasi di panggung akbar
- KKP: 41 UPI masuk "Yellow List" bisa ekspor ke AS secara bersyarat
- Polda Kalteng perdana distribusikan 1000 paket MBG di Palangka Raya
Resep Populer
Rekomendasi

Wamen Kabinet Merah Putih dukung ajang JMFW 2026

Dinkes Serang latih seribu relawan SPPG guna jamin keamanan pangan MBG

Sejumlah kalangan sebut peluang pemanfaatan sawit untuk produk UMKM

Mangut, kuliner tradisional dari pesisir Jawa

BPS: Konsumsi RT tumbuh 4,89 persen, disokong transportasi

Warga relokasi Cikande berharap dekontaminasi cepat selesai agar bisa pulang

Istana suguhkan Soto Banjar hingga mangut gindara untuk Presiden Afsel

Unilever tuntaskan lepas bisnis es krim Rp7 T ke Magnum di akhir 2025